Ramadan, Satgas Pangan Polda Jabar Sidak Pasar Atas Cimahi
- 13 Feb 2026 13:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Cimahi bersama Satgas Pangan Polda Jawa Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Atas Cimahi, Jumat 13 Februari 2026. Dalam pantauan tersebut, tim gabungan menemukan sejumlah komoditi pangan mulai mengalami kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol. Wirdhanto Hadicaksono, mengungkapkan bahwa kenaikan signifikan ditemukan pada komoditi daging sapi dan daging ayam ras.
"Kami menemukan daging sapi paha atas dijual seharga Rp140.000, padahal acuan pemerintah adalah Rp130.000. Begitu juga daging ayam ras yang menyentuh angka Rp42.000 dari harga normal di kisaran Rp34.000 hingga Rp36.000," ujar Kombes Pol. Wirdhanto usai sidak di Pasar Atas Cimahi.

Menyikapi temuan tersebut, Satgas Pangan langsung memberikan surat teguran kepada para pedagang di tempat. Tak berhenti di tingkat pasar, petugas akan melakukan penelusuran lebih lanjut ke rantai distribusi dan rumah pemotongan hewan untuk memastikan tidak ada permainan harga di tingkat hulu.
Selain daging, beberapa komoditi lain yang menjadi sorotan antara lain: Telur Ayam: Ditemukan dijual seharga Rp31.000, melebihi HAP Rp30.000.
Cabai Rawit: Masih terpantau berada di atas harga acuan. Minyak Kita: Dipastikan harus tetap stabil di harga Rp15.700 dengan dukungan distribusi langsung dari Bulog.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengapresiasi langkah cepat Satgas Pangan Polda Jabar dalam menjaga stabilitas harga di wilayahnya.
Ia berharap melalui pengawasan ketat, harga pangan tetap terkendali hingga Idul Fitri mendatang.
Uniknya, sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal, Pemkot Cimahi juga menerapkan kebijakan khusus bagi para pegawainya.
"Kami memerintahkan seluruh ASN di Cimahi untuk berbelanja di pasar rakyat setiap hari Jumat. Kami sebar ke tiga pasar milik pemerintah agar dagangan para pedagang lokal lebih laku dan perputaran ekonomi terjaga," kata Ngatiyana.
Pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying, karena stok pangan dipastikan aman dengan pengawasan rutin yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan kepolisian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....