Ribuan UMKM Binaan Disperindag Maluku Serap 25 Ribu Tenaga Kerja

KBRN, Ambon: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku membina sekitar 7.900 UMKM yang tersebar di berbagai daerah dan mampu menyerap kurang lebih 25.000 tenaga kerja.

Kepala Disperindag Provinsi Maluku Yahya Kotta mengatakan UMKM binaan tersebut merupakan pelaku usaha yang bergerak di sektor industri sesuai dengan tugas pokok Disperindag.

“Data kami, kurang lebih 7.900 UMKM binaan Disperindag Maluku, hampir mendekati 8.000, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 25.000 orang,” ujar Yahya dalam dialog di Pro1 RRI Ambon, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, Kota Ambon menjadi daerah dengan jumlah UMKM terbanyak, yakni sekitar 3.500 UMKM, yang mayoritas bergerak di bidang pangan olahan. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) didominasi oleh UMKM sektor kerajinan.

Dalam upaya memperkenalkan produk UMKM ke pasar yang lebih luas, Kadis mengaku Disperindag Maluku secara aktif memfasilitasi keikutsertaan UMKM dalam berbagai pameran berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Salah satunya melalui pameran nasional Ekspor Indonesia pada tahun 2024. Pada kegiatan tersebut, Disperindag Maluku mengikutsertakan tiga UMKM, yakni Mie Cempaka dari Kota Ambon, satu UMKM dari Maluku Tengah, dan satu UMKM dari Seram Bagian Barat (SBB).

Menurut Yahya, pameran tersebut menjadi peluang besar karena menghadirkan ribuan peserta dan pembeli dari berbagai negara yang diselenggarakan oleh Direktorat Perdagangan Luar Negeri. Bahkan, produk Mie Cempaka telah berhasil menembus pasar Australia, serta melakukan penjajakan ekspor ke kawasan Afrika, meski masih terkendala biaya ekspor yang cukup besar.

“Sejauh ini ekspor UMKM masih dilakukan dalam skala kecil dengan menggunakan jasa pos,” kata kadis.

Ditambahkan, selain pameran, Disperindag Maluku juga memberikan dukungan di tingkat lokal dengan memfasilitasi tenda gratis bagi UMKM pada setiap event atau kegiatan pameran di Kota Ambon. Panitia penyelenggara biasanya berkoordinasi dengan Disperindag untuk penyediaan tenant bagi UMKM.

“Disperindag Maluku juga menyiapkan los atau kios pasar oleh-oleh di Pasar Hegienis, yang dapat disewa UMKM di lantai satu dan dua. Ke depan, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi mini outlet guna memperluas akses pemasaran produk UMKM,” kata kadis.


Rekomendasi Berita