Nikmatnya Wedang Ronde Buatan Yudo Miliki Pelanggan Setia
- by Nur Imtihanna
- Editor Rosihan Anwar
- 15 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Yudo memilih berjualan wedang ronde sebagai jalan hidupnya sejak 2023. Usaha minuman tradisional itu ia jalani karena pendapatan di rumah yang tidak menentu. Dengan berjualan ronde, Yudo merasa memiliki kendali lebih besar terhadap penghasilan, tergantung bagaimana ia mengelola usaha dan keuangannya sehari-hari.
Pilihan menjual wedang ronde bukan tanpa latar belakang. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang sudah lebih dulu dirintis oleh sang ayah. Yudo kemudian meneruskan usaha itu dengan konsep sederhana, tetap menjaga cita rasa tradisional yang telah dikenal pelanggan sejak lama.
Dalam perjalanannya, Yudo mengakui kondisi penjualan saat ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penjualan biasanya meningkat pada momen tertentu, terutama sekitar tujuh bulan lalu bertepatan dengan akhir tahun. “Kalau akhir tahun itu pasti naik, banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.
Setiap hari, Yudo mulai berjualan sejak pukul 17.30 hingga tengah malam. Lapak wedang rondenya berada di Jalan Sultan Agung 26, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Lokasi yang berada di kawasan perkotaan membuat lapaknya kerap disinggahi warga sekitar maupun wisatawan.
Meski demikian, faktor cuaca menjadi tantangan utama yang harus dihadapi, terutama saat hujan turun sepanjang malam. “Hujan itu pengaruh besar, meskipun ronde cocok diminum saat hujan, tapi kalau hujannya deras orang kadang malas keluar beli,” katanya.

Selain cuaca, kenaikan harga bahan baku juga berdampak pada margin keuntungan, meski tidak terlalu memengaruhi jumlah pembeli. Hingga kini, Yudo masih mempertahankan harga wedang ronde Rp8.000 per porsi. Ia memilih tidak menaikkan harga demi menjaga kenyamanan pelanggan. “Kalau dinaikkan juga nggak enak sama pelanggan, jadi masih saya tahan,” ucapnya.
Salah satu pelanggan Aurel, mengaku cukup sering membeli wedang ronde di tempat Yudo. Ia menilai cita rasa ronde di lapak tersebut berbeda dibandingkan yang lain. “Manisnya pas dan rasa jahenya seimbang, nggak terlalu kuat dan nggak terlalu manis,” ujarnya. Ke depan, Yudo berharap usahanya bisa terus berkembang secara perlahan dan konsisten, meski saat ini belum memiliki cabang.