Badan Bahasa Sunting Ratusan Ribu Entri Baru KBBI

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, melakukan pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Saat ini, sudah ada 255.629 usulan entri baru yang masuk, sekitar 70 persen sudah disunting.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin memastikan, pemutakhiran KBBI melalui mekanisme penyuntingan berjenjang. Hal itu dilakukan, sebelum usulan ditetapkan sebagai entri resmi di dalam KBBI.

”Usulan dari masyarakat maupun dari tim internal, akan disunting editor,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin, Sabtu, 17 Januari 2026. ”Juga ditelaah redaktur dan tahap berikutnya disahkan validator sebelum dilakukan penetapan sebagai entri resmi di KBBI.”

Dalam proses penyuntingan usulan entri, rapat redaksi dilakukan secara berkala, untuk membahas berbagai persoalan yang muncul. Jika masih butuh upaya perbaikan, usulan yang sudah masuk ke tim editor dikembalikan ke pengusul agar diperbaiki.

Usulan kata yang masuk menurut Hafidz, sangat mencerminkan kreativitas penutur bahasa Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan variasi cakapan dari kata yang telah ada, yang dicatat dalam KBBI karena tingkat penggunaanya cukup luas.

”Editor berwenang mempertimbangkan berbagai hal,” katanya. ”Seperti nilai rasa, potensi tafsir sosial-budaya, serta kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia sebelum menetapkan entri.”

Kriteria kata yang bisa masuk KBBI, hanya yang memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain keunikan, eufonik (enak didengar), sesuai dengan kaidah bahasa Indonesi, tidak berkonotasi negatif, seta digunakan secara luas dan berulang oleh masyarakat.

”Kosakatanya sangat luas ya, ada yang dari bahasa daerah bahkan ada juga yang berasal dari bahasa asing,” ucapnya.

Rekomendasi Berita