Penanganan Untuk Luka Kecil Pada Tubuh Manusia

RRI.CO.ID, Wamena - Penanganan luka kecil menurut ahli kesehatan mengikuti protokol standar yang fokus pada pencegahan infeksi dan mendukung penyembuhan optimal. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan:

1. Pencegahan Kontaminasi Awal

Ahli menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik sebelum menangani luka, atau menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60% jika tidak ada akses air bersih.

2. Pengendalian Perdarahan

Tekan luka secara lembut namun tetap dengan kain steril atau kasa yang bersih selama 5-10 menit. Angkat bagian tubuh yang terluka di atas tingkat jantung untuk membantu mengurangi aliran darah. Hindari mengangkat dan menekan kembali secara berulang karena bisa memperpanjang perdarahan.

3. Pembersihan Luka yang Aman

Menurut Asosiasi Perawat Luka Global (Wound Care Nurses Association), luka kecil harus dibersihkan dengan air mengalir yang bersih (suhu kamar) atau larutan fisiologis. Sabun lembut hanya digunakan pada area sekitar luka, bukan langsung ke dalamnya. Hindari zat kimia seperti hidrogen peroksida, yodium, atau merkuri klorida karena dapat merusak sel-sel penyembuh luka.

4. Pengelolaan Luka Setelah Pembersihan

Jika ada benda asing yang menempel dan tidak bisa dihilangkan dengan mudah, segera rujuk ke fasilitas kesehatan untuk menghindari kerusakan jaringan atau infeksi.

Ahli biasanya merekomendasikan penggunaan salep antibiotik topikal (seperti neomisin atau mupirosin) hanya jika luka berisiko tinggi terinfeksi (misalnya dari benda kotor). Untuk luka bersih, petroleum jelly cukup efektif menjaga kelembapan luka.

5. Penutupan Luka

Gunakan plester atau perban steril yang tidak menekan luka terlalu ketat. Luka yang terbuka dan kering bisa dibiarkan tanpa penutup jika tidak terpapar kotoran atau gesekan. Ganti penutup luka setiap hari atau segera jika basah, kotor, atau lepas.

Kriteria Rujukan ke Dokter Menurut Ahli

- Luka dalam lebih dari 0,5 cm atau melibatkan otot, tendon, atau pembuluh darah.

- Tidak dapat menghentikan perdarahan setelah 10 menit penekanan.

- Muncul tanda infeksi: kemerahan menyebar, pembengkakan, nyeri hebat, keluar nanah berbau, atau demam di atas 38°C.

- Luka berasal dari gigitan hewan atau manusia.

- Belum mendapatkan vaksin tetanus dalam 5-10 tahun terakhir (tergantung kondisi luka).

- Luka terjadi pada area sensitif seperti mata, wajah, tangan, atau kaki bagian bawah.

Rekomendasi Berita