Mapalus, Warisan Gotong Royong Penopang UMKM Lokal
- by Melki Alfred Takahindangen
- Editor Hendra Assa
- 7 Jan 2026
- Talaud
KBRN, Manado : Nilai budaya lokal kembali menemukan relevansinya di tengah geliat ekonomi modern. Di Sulawesi Utara, konsep
Mapalus tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjelma sebagai jiwa yang menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.Mapalus, yang secara sederhana dimaknai sebagai semangat gotong royong dan saling membantu, telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minahasa. Nilai ini kini bertransformasi dalam praktik ekonomi, terutama di kalangan pelaku UMKM yang mengandalkan kerja sama, kepercayaan, dan solidaritas untuk bertahan dan berkembang.
Dalam praktiknya, Mapalus terlihat dari kebiasaan pelaku UMKM saling berbagi informasi bahan baku murah, bertukar pelanggan, hingga bekerja bersama saat permintaan meningkat, seperti menjelang hari besar keagamaan atau acara adat. Alih-alih bersaing secara tidak sehat, banyak UMKM lokal memilih tumbuh bersama.
Nilai Mapalus juga tercermin dalam sistem permodalan informal. Di beberapa daerah, pelaku UMKM masih mempraktikkan arisan usaha atau iuran bersama untuk membantu anggota yang membutuhkan modal tambahan. Cara ini dinilai lebih manusiawi karena berlandaskan kepercayaan dan rasa tanggung jawab bersama.
Di era digital, semangat Mapalus tidak luntur. Justru, media sosial menjadi wadah baru untuk menerapkannya. Banyak UMKM lokal saling mempromosikan produk lewat unggahan bersama, kolaborasi konten, hingga paket bundling lintas usaha. Semangat kebersamaan ini menjadi pembeda UMKM lokal dengan usaha besar yang cenderung individualistik.
Mapalus adalah modal sosial yang tidak dimiliki semua daerah. Jika dikelola dengan baik, nilai ini dapat menjadi kekuatan utama UMKM Sulawesi Utara dalam menghadapi persaingan pasar nasional bahkan global.
Lebih dari sekadar strategi bertahan hidup, Mapalus adalah identitas. Ia menegaskan bahwa UMKM lokal bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga nilai kebersamaan, keadilan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, Mapalus membuktikan bahwa kearifan lokal tetap relevan dan mampu menjadi jiwa yang menggerakkan UMKM lokal menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.