Mesin Overheating Bisa Sembuh Total?

KBRN, Surakarta: Overheating adalah salah satu momok terbesar bagi pemilik mobil. Ketika mesin mengalami panas berlebih, kerusakan internal bisa terjadi, mulai dari gasket kepala silinder yang jebol, silinder yang aus, hingga deformasi pada kepala silinder itu sendiri. Akibatnya, banyak bengkel menyarankan servis turun setengah mesin untuk memperbaiki kembali komponen yang rusak.

Namun muncul pertanyaan setelah turun setengah mesin, apakah mobil akan kehilangan tenaga, ngempos, atau bahkan mengalami kerusakan berulang? Jawabannya adalah tidak selalu—dan semuanya kembali pada kualitas perbaikan yang dilakukan.

Setelah mobil mengalami overheating, beberapa komponen memang berpotensi rusak dan mempengaruhi performa mesin, antara lain:

  1. Gasket kepala silinder (head gasket) lemah atau tidak terpasang sempurna, jika pemasangan head gasket kurang tepat atau kepala silinder tidak rata (warped), kompresi mesin tidak akan maksimal. Inilah penyebab utama mobil terasa ngempos setelah perbaikan.

  2. Silinder atau ring piston aus, ketika overheating temperatur ekstrim dapat menyebabkan ring piston kehilangan elastisitas, atau dinding silinder berubah bentuk. Jika saat turun mesin tidak diperbaiki secara presisi, performa mesin jelas akan menurun.

  3. Kepala silinder tidak dicat ulang (skimming) dengan akurat, banyak kasus mobil ngempos terjadi karena proses skimming dilakukan asal-asalan. Jika permukaan tidak benar-benar rata, maka kompresi mesin bocor.

  4. Komponen pendukung (sensor-sensor mesin, radiator, thermostat, water pump, selang radiator) tidak dilakukan pengecekan.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa kasus overheating pada mobil tidak mengakibatkan kerusakan mesin yang sifatnya permanen. Apabila terjadi overheating hal yang sering terjadi adalah komponen blok mesin melenting, sehingga komponen blok mesin perlu diperbaiki dengan benar. Perbaikan dilakukan dengan melakukan scrap satu kali pada blok mesin lalu menambahkan double packing head untuk memastikan blok mesin menjadi rapat dan terjaga dari kebocoran.

Perbaikan mobil pasca overheating tidak cukup hanya memperbaiki blok mesin yang melenting saja. Namun pemilik mobil harus turut pula mengecek komponen pendinginan mesin mobil yaitu radiator, thermostat, dan lebih baik mengganti air radiator dengan coolant yang berkualitas. Karena mobil overheat itu ada why-nya, pemilik mobil harus menemukan penyebab nya agar kasus overheating ini tidak terjadi kembali.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita