Kasus DBD di Sumenep Menurun Signifikan Sepanjang 2025
- by Famelia Dwijayana
- Editor Sitti Rokayyah
- 19 Jan 2026
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga akhir Desember 2025. Total temuan tercatat sebanyak 1.159 kasus, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.532 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Samsuri, menilai tren positif ini merupakan buah dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, peran aktif kader juru pemantau jentik (jumantik) di setiap desa dan edukasi masif dari puskesmas turut menjadi faktor kunci.
"Penurunan ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi serta aktifnya peran kader kesehatan dan pemberian abate secara berkala," katanya, Senin, 19 Januari 2026.
Meski secara kumulatif menurun, Kecamatan Kalianget masih tercatat sebagai wilayah dengan temuan kasus tertinggi.
Terkait data pada awal tahun 2026, Samsuri menjelaskan bahwa jumlah pasti laporan masuk masih dalam proses pendataan oleh petugas lapangan. Namun, ia memastikan laporan kasus sudah mulai bermunculan seiring datangnya puncak siklus tahunan penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
"Januari ini memang sudah ada laporan yang masuk karena secara historis puncak DBD selalu terjadi pada awal tahun," ujarnya. Pihaknya kini terus memantau perkembangan data dari seluruh wilayah kerja puskesmas untuk langkah antisipasi cepat.
Dinas Kesehatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Langkah preventif melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi strategi utama dalam menekan angka penularan.
Masyarakat juga diminta segera melakukan pemeriksaan medis ke puskesmas terdekat apabila mengalami gejala demam selama tiga hari berturut-turut. Deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah kondisi fatal akibat keterlambatan penanganan medis bagi pasien DBD.