Pengalaman di Timur Tengah, Membuat Kebab ini Istimewa
- by Ririn Riskiyanti
- Editor Siti Aisyiah
- 13 Jan 2026
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kebab di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kuliner cepat saji ini semakin diminati berbagai kalangan masyarakat, seiring dengan merebaknya penikmat kuliner khas Timur Tengah tidak hanya di daerah perkotaan, namun juga ke pelosok Kecamatan.
Seperti kebab Shofia yang mempunyai gerai kebab di Kecamatan Bluto, menjadi
pioner kuliner kebab di daerah tersebut. Memulai usaha sejak November 2025, berbekal ilmu yang diperoleh Shofia, owner dari kebab Shofia yang punya pengalaman menjadi TKW dia Arab Saudi.“Hampir setiap hari waktu di Arab Saudi saya masak masakan Timur Tengah salah satunya adalah kebab, sehingga ketika saya kembali ke kampung halaman mencoba buka usaha kebab," katanya saat di UMKM Bicara RRI, Senin (12/1/2026). "Awalnya saya kurang percaya diri karena jarang tampil di depan banyak orang, namun dibantu dengan suami saya, akhirnya gerai kebab Shofia ini bisa terealisasi."
Menurut Shofia, respon pembeli sangat memuaskan sehingga banyak yang kembali lagi untuk membeli. Pembeda kebab buatannya dengan kebab yang lain terletak pada rasa isian daging dan ayam dengan bumbu khas Arab yang kental dengan rempah-rempah khas Timur Tengah. Citarasa saos yang juga dibuatnya sendiri menjadi ciri khas kebab buatannya.
“Untuk varian, sementara ini ada jenias isian ayam, daging sapi, sosis dan telur," ucapnya. "Tiap varian juga dengan harga berbeda, mulai dari lima ribu sampai dua puluh ribu rupiah."
Dengan harga yang relatif terjangkau, usaha kuliner kebab menjadi daya tarik bagi pelaku UMKM. Modal yang juga relatif murah, dapat membuka lapangan pekerjaan baru, sebab tidak jarang pelaku usaha yang kemudian melibatkan anggota keluarganya.
UMKM kebab diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah. Sektor kuliner ini dinilai berperan penting dalam ekonomi kreatif Sumenep.