Eksistensi Sembilan Tahun Emper Kopi Menjaga Kualitas Lokal

RRI.CO.ID, Banyumas- Emper Kopi Classic Rock Purwokerto kini menjadi salah satu ikon kopi lokal yang mampu bertahan selama hampir sembilan tahun. Usaha yang dikelola oleh Caesar Rah Satrya Hutama ini awalnya dirintis dari konsep coffee street di pinggir jalan sejak tahun 2016.

Dalam wawancara bersama RRI Purwokerto, Kamis (15/1/2026), Caesar menuturkan bahwa usaha yang dirintisnya berawal dari berjualan minuman kopi secara sederhana di pinggir jalan.

“Awalnya benar-benar ngemper di pinggir jalan, jual minuman saja. Belum sampai ke roastery,” ujarnya.

Seiring perkembangan usaha, Emper Kopi kini memiliki fasilitas roastery mandiri untuk mengolah biji kopi Arabika dan Robusta. Selain disajikan sebagai minuman siap konsumsi, kopi hasil sangrai juga dipasarkan sebagai produk kemasan dan didistribusikan hingga ke luar Pulau Jawa sebagai suvenir.

Caesar menjelaskan, proses penyangraian di Emper Kopi menggunakan teknik fast roast dengan durasi maksimal 15 menit. Metode tersebut diterapkan untuk menjaga aroma dan karakter rasa kopi tetap optimal.

“Untuk roasting ada Arabika dan Robusta. Arabika itu nanti dibedakan, ada yang untuk filter dan untuk espresso base,” kata Caesar.

Ia menambahkan, kualitas bahan baku menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan pelanggan dari berbagai daerah, sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap stabil di tengah meningkatnya konsumsi kopi masyarakat sejak 2020.

Selain mengedepankan kualitas kopi, Emper Kopi juga menawarkan suasana berbeda melalui desain interior bergaya vintage. Berbagai koleksi barang antik milik pemilik ditata di dalam kedai, menciptakan nuansa hangat dan nyaman bagi pengunjung.

Salah satu pelanggan Emper Kopi, Anggi, menilai konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelanggan dari berbagai kalangan usia. “Di sini banyak bapak-bapak juga, jadi konsepnya vintage dan unik,” ucapnya.

Menu andalan yang paling diminati konsumen adalah es kopi susu bernama Legen. Minuman ini menggunakan bahan dasar kopi full Arabika yang dipadukan dengan gula aren, sehingga menghasilkan rasa creamy dengan manis yang seimbang.

Anggi mengaku kerap memilih menu tersebut karena cita rasanya yang konsisten. “Aku biasanya beli Legen karena creamy, kopinya kerasa dan susunya pas manisnya,” ujarnya.

Harga menu di Emper Kopi relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp. 8.000 hingga Rp. 22.000, sehingga dapat dijangkau oleh pelajar maupun pekerja. Konsistensi rasa dan harga menjadi faktor utama kedai ini tetap ramai dikunjungi setiap hari.

Caesar berharap industri kopi lokal mendapat dukungan lebih dari pemerintah, terutama dalam perbaikan akses transportasi bagi petani kopi di wilayah pegunungan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi dan menjaga stabilitas harga.

Di tengah tren kopi yang terus berubah, Emper Kopi memilih tetap konsisten menjaga kualitas dan keaslian rasa demi kepuasan penikmat kopi di Purwokerto. (Muhamad Saepul Saputra)

Rekomendasi Berita