Waspada, Stunting dan TBC Anak Saling Memperburuk
- by Irene Mischerry
- Editor Boyke Sinurat
- 17 Jan 2026
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Angka kejadian stunting dan Tuberkulosis (TBC) pada anak di Pontianak masih relatif tinggi dan menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, gizi buruk, sanitasi yang kurang layak, serta kepadatan penduduk.
Hal tersebut disampaikan dr. Wendi Nurfandi, Sp. A, Dokter di Rumah Sakit Yarsi Pontianak dan RSIA ABK, dalam program Indonesia Sehat pada Jumat, 16 Januari 2026. Ia menjelaskan stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak posisinya berada di bawah -2 standar deviasi berdasarkan standar WHO dan terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bahkan sejak bayi di dalam kandungan.
Sementara itu, TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang kelenjar getah bening, tulang, hingga otak, termasuk pada anak.Menurut dr. Wendi, faktor lain yang ikut berperan dalam tingginya angka stunting dan TB pada anak adalah belum meratanya akses dan pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan. “Dan yang pasti akses dan pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan ini masih belum merata. Jadi, kita masih butuh usaha untuk mengedukasi masyarakat awam tentang betapa bahayanya stunting dan TBC anak untuk di kemudian harinya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan cara orang tua dapat membedakan TBC anak dengan flu biasa. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, berat badan anak tidak naik bahkan turun selama dua bulan berturut-turut, serta demam ringan yang berlangsung lebih dari dua minggu. Selain itu, anak dengan TBC biasanya tampak lemas, tidak aktif, dan mudah lelah. Berbeda dengan batuk pilek biasa yang umumnya sembuh kurang dari dua minggu setelah diberi obat biasa, TBC tidak menunjukkan perbaikan seperti itu.
Terkait hubungan stunting dan TBC, dr. Wendi menegaskan keduanya saling memperburuk satu sama lain. “Jadi, stunting dan TBC pada anak ini saling memperburuk satu sama lain, jadi kita harus hati-hati ketika anak kita terdeteksi stunting, karena daya tahan tubuhnya pasti rendah. Seperti itu juga kalau anak terkena TBC, sakit terus-terusan, ini akan mempengaruhi dan menghambat pertumbuhannya.”
Baca juga:
Angka Stunting Kalimantan Barat Meningkat