Rutan Bengkayang Sukseskan Panen Raya Serentak Kemenimipas 2026

RRI.CO.ID, Bengkayang - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkayang turut melaksanakan panen raya secara virtual di lahan perkebunan jagung milik Rutan. Kegiatan yang berlokasi di Jalan Sanggau Ledo KM 19 ini dipimpin oleh Kepala Rutan Bengkayang, Fajar Setiawan.

Kegiatan di Bengkayang ini dihadiri oleh Bupati Bengkayang yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ibu Bernadeta, S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat, Bapak Jayanta, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka.UPT) Lapas dan Rutan di lingkungan Ditjenpas Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pertanian, serta seluruh perwakilan Forkopimda Kabupaten Bengkayang yang hadir secara lengkap sebagai bentuk dukungan sinergis antarinstansi.

Selain panen jagung bersama, Rutan Bengkayang melaksanakan beberapa agenda penting di lahan produktifnya, yaitu Pemupukan Kelapa Bersama, Peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta panen budidaya ikan patin. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Rutan Kelas IIB Bengkayang dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai pusat pelatihan kemandirian warga binaan.

Lewat zoom meeting di Rutan Kelas IIB Bengkayang, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memimpin kegiatan Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hingga Januari 2026, program pembinaan kemandirian warga binaan ini berhasil mencatatkan hasil panen yang signifikan dengan total keseluruhan mencapai 123.557 kg. Rincian hasil panen tersebut meliputi:

  1. Sektor Pertanian & Perkebunan: 99.930 kg (padi, jagung, singkong, dan hortikultura).
  2. Sektor Perikanan: 19.608 kg (ikan lele, nila, patin, gurame, dan udang vaname).
  3. Sektor Peternakan: 4.019 kg (ayam pedaging, petelur, bebek, kambing, dan domba).


Menteri Agus menegaskan bahwa pelatihan kerja di dalam Lapas bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar diberdayakan untuk memberikan keuntungan ekonomi dan kesejahteraan bagi narapidana melalui pemberian premi. Tercatat sebanyak 12.146 warga binaan telah terlibat aktif dalam mengelola lahan seluas lebih dari 4,4 juta meter persegi di seluruh Indonesia.

Melalui program ini, Kementerian Imipas berharap narapidana memiliki bekal keterampilan praktis di bidang pertanian dan peternakan yang dapat menjadi modal kemandirian mereka setelah kembali ke masyarakat.(Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Rekomendasi Berita