OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

  • by Harmanta
  • Editor Boyke Sinurat
  • 13 Jan 2026
  • Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meski perekonomian global masih menghadapi perlambatan dan tekanan risiko. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2025.

"OJK mencatat, indikator perekonomian global menunjukkan perbaikan terbatas, meski pertumbuhan masih berada di bawah rata-rata pra-pandemi," ucap Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, M. Ismail, Senin (12/1/2026).

Lanjut Ismail di Amerika Serikat, ekonomi tumbuh relatif kuat.

"Produk Domestik Bruto kuartal III 2025 tercatat tumbuh 4,3 persen secara tahunan, didorong konsumsi rumah tangga, penurunan impor, serta peningkatan investasi terkait kecerdasan buatan. Namun, pasar tenaga kerja mulai melandai dan inflasi November 2025 turun menjadi 2,7 persen," ujarnya.

Sementara itu, perlambatan ekonomi Tiongkok masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga tertahan, aktivitas manufaktur kembali masuk zona kontraksi, dan tekanan sektor properti belum mereda. Kondisi ini mendorong sejumlah bank sentral menempuh kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

The Federal Reserve dan Bank of England masing-masing memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade akibat tekanan inflasi yang masih bertahan.

Perbedaan arah kebijakan tersebut memengaruhi pasar keuangan global. Pasar saham cenderung menguat merespons pemangkasan suku bunga AS, meski disertai kekhawatiran terhadap potensi gelembung saham teknologi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga Jepang menekan pasar obligasi global seiring berakhirnya praktik carry trade.

"OJK juga mencermati potensi risiko geopolitik di awal 2026, termasuk dinamika politik di Venezuela, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global," katanya.

Di dalam negeri, OJK mencatat inflasi inti pada Desember 2025 mengalami peningkatan. Meski demikian, sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi, sementara kinerja eksternal tetap terjaga dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.


Baca juga:

OJK Dorong Literasi Keuangan Sehat Generasi Muda

Rekomendasi Berita