Tren Fashion 2026: Ekspresi, Warna, dan Identitas

RRI.CO.ID - Pekanbaru : Tahun 2026 menandai periode di mana dunia fashion semakin dinamis, berani bereksperimen, dan tetap praktis untuk kehidupan sehari-hari. Tren yang muncul mencerminkan pergeseran gaya dari sekadar tampil “trendi” ke arah ekspresi diri yang lebih kuat, fleksibilitas, serta perhatian terhadap keberlanjutan dan kenyamanan.

Dikutip dari Popbela.com, Pergeseran gaya tidak muncul secara instan, melainkan hasil dari riset pasar, perubahan budaya, serta respons terhadap dinamika global. Ada berbagai faktor global yang membentuk preferensi konsumen. Mulai dari isu lingkungan hingga perkembangan teknologi. Dalam menggunakan fashion, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti :

1. Warna dan Motif yang Hidup

Di musim Spring/Summer 2026, warna cerah dan motif bold menjadi pusat perhatian. Pantone memprediksi warna seperti

Cloud Dancer (putih jernih) dan Transformative Teal akan sangat populer, menciptakan tampilan yang bersih sekaligus berenergi. Selain itu motif seperti polkadot juga kembali merajai runway dan street style, memberi sentuhan playful namun modern pada outfit.

2. Nostalgia dengan Sentuhan Modern


Estetika dari era Y2K (awal 2000-an) juga tetap memengaruhi tren di 2026, tetapi dengan interpretasi yang lebih “dewasa” dan elegan — seperti perpaduan blazer crop dan rok high-waist yang terstruktur. Selain itu, elemen retro lain seperti Art Deco yang diadaptasi ke motif geometris dan warna metalik semakin menghadirkan kesan klasik nan modern.

3. Siluet dan Potongan yang Variatif

Fashion 2026 menggabungkan berbagai siluet dari oversized hingga structured tailoring. Gaya unisex dan genderless makin populer, dengan item seperti oversized blazer, celana longgar, dan potongan modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian. Hal ini menunjukkan bahwa pakaian bukan hanya soal estetika, tapi juga fungsi dan kenyamanan bagi pemakainya.

4. Bahan dan Tekstur

  • Brut denim (denim mentah) hadir sebagai favorit baru untuk gaya urban kasual karena tampilannya yang autentik dan fleksibel.

  • Romantic fabrics seperti lace dan satin juga makin populer, memberi kesan feminin dan elegan pada koleksi pakaian sehari-hari maupun acara khusus.

  • Ada juga tren tekstur unik dan playful seperti material kenyal atau detail kreatif yang memicu sensasi visual menarik.

5. Aksesori sebagai Fokus

Tidak hanya pakaian, aksesori besar seperti anting statement dan tas berukuran besar (hobo bags) menjadi fokus utama dalam tampilan. Sepatu juga memainkan peran besar: dari sneaker dengan detail metallic hingga desain futuristik yang memberi karakter kuat pada keseluruhan outfit.

6. Fashion yang Lebih Berkelanjutan dan Inklusif

Semangat keberlanjutan makin menjiwai tren 2026. Pakaian ramah lingkungan, proses produksi etis, serta prinsip slow fashion akan semakin mendapat tempat di hati konsumen. Tren unisex atau genderless turut mendukung inklusivitas — fashion bukan lagi soal batasan gender, tapi tentang ekspresi diri.

Rekomendasi Berita