Kodam II/Sriwijaya Buka Latihan PSM Tahap II
- by Lamsihar Silitonga
- Editor Aditya Abrianto
- 11 Des 2025
- Palembang
Palembang, KBRN: Dalam upaya meningkatkan kemampuan bela diri Pencak Silat Militer (PSM) di lingkungan Yonif Teritorial, Kodam II/Sriwijaya resmi membuka Latihan Kadertih Pencak Silat Militer (PSM) Tahap II Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Mako Jasdam II/Sriwijaya, Jalan Letjen Harun Sohar, Palembang, Senin (8/12/2025), dan dibuka langsung oleh Kajasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Mochamad Arief Gumelar.
Latihan ini diikuti oleh 55 prajurit terbaik yang berasal dari berbagai batalyon, termasuk Yonif TP 893/KBK, Yonif TP 894/PB, dan Yonif TP 895/KC. Selama tiga bulan ke depan, mulai 8 Desember 2025 hingga 7 Maret 2026, para peserta akan menjalani pelatihan intensif dengan target mencapai tingkatan sabuk Merah, yang merupakan standar kompetensi lanjutan dalam Pencak Silat Militer.
Kajasdam II/Sriwijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan kader pelatih yang handal dan siap diterjunkan ke satuan masing-masing. “Penyelenggaraan latihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga untuk mencetak pelatih yang mumpuni di bidang Pencak Silat Militer. Keberadaan pelatih berkualitas sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan fisik dan kemampuan tempur prajurit,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pencak Silat Militer bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan juga bagian dari strategi pembinaan fisik dan mental prajurit. Oleh karena itu, peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik dasar, tetapi juga mampu menerapkan taktik yang tepat dalam berbagai kondisi medan pertempuran. “Pencak Silat adalah seni bela diri yang mengajarkan kedisiplinan, semangat juang, serta keterampilan yang sangat berguna di lapangan,” ungkap Kolonel Arief.
Dalam kesempatan tersebut, Kajasdam juga menekankan pentingnya semangat dan disiplin dalam mengikuti latihan. Ia meminta seluruh peserta untuk menjadikan latihan ini sebagai sarana pengabdian dan ibadah, serta selalu menjaga ketekunan dalam menguasai setiap materi yang diberikan. "Latihan ini memerlukan dedikasi tinggi. Tidak ada yang mudah, namun dengan tekad dan doa, kita pasti bisa melewatinya," tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta latihan, Serda Dedi Prasetyo, menyampaikan antusiasmenya mengikuti program ini. "Ini kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan keterampilan, tidak hanya sebagai prajurit, tetapi juga untuk menjadi pelatih yang dapat mentransfer ilmu ke rekan-rekan yang lain di satuan," ujar Dedi. Menurutnya, kualitas seorang pelatih sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan di medan tempur.
Pada akhirnya, Kolonel Arief berharap latihan ini dapat menciptakan pelatih Pencak Silat Militer yang berkualitas dan berdedikasi tinggi, yang akan memperkuat kapasitas seluruh satuan dalam melaksanakan tugas negara. "Saya yakin, dengan persiapan yang matang dan semangat yang kuat, para peserta dapat meraih hasil yang optimal dan memberi kontribusi besar dalam pengembangan kemampuan tempur di Kodam II/Sriwijaya," tutup Kajasdam II/Sriwijaya.