Rahasia Gerak Bunga Matahari Mengikuti Cahaya
- by Amna Ulfah
- Editor Wahyudi Maswar
- 19 Jan 2026
- Padang
KBRN, Padang: Bunga matahari merupakan tanaman hias yang sangat populer karena memiliki kemampuan unik untuk bergerak mengikuti arah cahaya matahari sepanjang hari dari timur menuju barat. Fenomena alam yang sangat menakjubkan ini sering kali membuat banyak orang merasa kagum karena seolah tanaman tersebut memiliki kesadaran untuk selalu mencari sumber cahaya.
Perilaku bunga matahari yang selalu mengarah ke posisi matahari dikenal dalam dunia botani sebagai heliotropisme yang sangat dipengaruhi oleh perubahan intensitas cahaya matahari pagi. Pada fase pertumbuhan awal terutama saat masih berupa kuncup bunga akan terus bergerak secara perlahan mengikuti perjalanan sang surya dari pagi hingga petang hari.
Proses biologis ini sebenarnya dipengaruhi oleh pertumbuhan sel yang tidak seimbang pada bagian batang akibat adanya distribusi hormon auksin yang tidak merata sama sekali. Sisi batang yang tidak terkena cahaya akan memanjang lebih cepat sehingga menyebabkan bunga membengkok dan mengarah tepat ke arah datangnya cahaya matahari pagi hari.
Mengikuti arah matahari memberikan banyak sekali keuntungan ekologis bagi tanaman bunga matahari guna memaksimalkan proses fotosintesis agar dapat berjalan dengan sangat optimal setiap harinya. Cahaya matahari yang cukup membantu pembentukan energi yang diperlukan oleh tumbuhan untuk memperkuat struktur batang dan juga meningkatkan kesehatan seluruh jaringan tanaman tersebut sekarang.
Suhu bunga yang jauh lebih hangat pada pagi hari terbukti mampu menarik perhatian lebih banyak serangga penyerbuk seperti lebah dan juga kupu-kupu cantik terbang. Hal ini tentu saja meningkatkan peluang penyerbukan alami yang sukses sehingga pembentukan biji bunga matahari menjadi lebih maksimal serta memiliki kualitas yang baik sekali.
Kebiasaan unik bunga matahari dalam mengikuti pergerakan matahari ternyata tidak akan berlangsung selamanya karena pergerakan tersebut akan berhenti ketika bunga sudah mulai matang benar. Pada fase ini tanaman akan berhenti bergerak dan umumnya akan menetap menghadap ke arah timur secara permanen untuk melindungi diri dari kerusakan lingkungan sekitar.
Posisi menghadap ke arah timur dinilai sangat menguntungkan karena membantu bunga matahari cepat kering dari sisa embun pagi yang menempel pada bagian mahkotanya itu. Mengurangi risiko pembusukan akibat kelembaban yang tinggi merupakan langkah adaptasi yang sangat cerdas untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman di habitat aslinya secara alami sekarang.
Fenomena heliotropisme pada bunga matahari merupakan contoh nyata bagaimana tumbuhan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya untuk dapat bertahan hidup dan juga terus bereproduksi sehat. Melalui mekanisme yang sangat sederhana namun efektif bunga matahari berhasil memaksimalkan seluruh potensi pertumbuhannya demi masa depan spesies yang tetap terjaga dengan sangat baik.