Menteri LH: Gudang Kimia BSD Tak Ada IPAL

  • 13 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Lingkungan Hudup, Hanif Faisol Nurofiq tidak melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PT Biotek Saranatama. Pernyataan ini usai inspeksi langsung ke gudang kimia yang terbakar di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan.

"Saya tidak melihat IPAL buruk, tetapi saya tidak melihat IPAL-nya. IPAL-nya tidak ada, jadi tidak mau bisa katakan buruk," ujar Menteri Hanif, Jumat, 13 Februari 2026.

Nah ini, sambung Hanif, tentu kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan. "Jadi kami dengan teman-teman Polri akan mendalami lebih detail, karena sejatinya untuk kimia ini ada perlakuan yang lebih ketat daripada IPAL biasanya," kata Hanif.

Hanif juga menuturkan pihaknya pihaknya maupun pemerintah daerah serta kepolisian bakal melalukan pemantauan kembali terkait dengan persetujuan lingkungan yang telah diberikan kepadanya. "Untuk itu audit lingkungan akan kita mintakan sebagai bentuk sanksi administrasi paksaan pemerintah kepada pengelola kawasan," ucapnya.

Sekali lagi Hanif menekankan pihaknya dengan Polri bakal tangani dengan serius karena dampaknya juga tidak kecil. "Tentu ini akan menjadi pembelajaran untuk kita semua, kasus yang muncul akan menjadi evaluasi kita semua," ujar Hanif.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengaku kesulitan dalam melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah gudang diwilayahnya. Pernyataan itu pascapencemaran kimia akibat kebakaran gudang dikawasan Taman Tekno, Setu, BSD.

"Tapi jujur memang untuk masuk ke pergudangan mengalami kesulitan. Sulit kita mengakses masuk ke mereka untuk periksa dokumen, sertifikat layak fungsi, melihat jaringan listrik, sulit," ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Benyamin menyoroti pengawasan terhadap gudang dan perkantoran, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan bahan kimia. "Tidak dikasih aksesnya, kita akan lakukan gerakan bersama untuk melakukan pemeriksaan sertifikat laik fungsinya ke tiap gudang dan perkantoran," ucap Benyamin.

Ia menyebut Pemkot Tangsel saat ini tengah berkoordinasi dengan Polres, Kejaksaan Negeri Tangsel serta TNI untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap gudang dan perkantoran diwilayahnya. Idealnya pemeriksaan terhadap gudang dan perkantoran dilakukan dua kali dalam setahun.

Ke depan, lanjutnya, pengawasan akan diperketat terutama terhadap industri yang mengolah bahan kimia berbahaya. "Saya juga minta tadi dinas teknis terkait untuk melaporkan, mendeteksi dan mendata industri uang mengolah bahan-bahan kimia," kata dia.

Sementara, PT Biotek Sarana Tama, pemilik gudang pengolahan kimia pestisida di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan angkat bicara. Jumlah bahan kimia yang terbakar dalam gudang dan mencemari lingkungan sebanyak 10-15 ton.

"Kalo di dalam sekitar 10-15 ton. Seluruh bahan baku pestisida ludes terbakar, tapi gak cair semua ada juga yang padat, campur," ujar Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, Rabu 11 Februari 2026.

Lucky menyebutkan produk pestisida biasa dipakai pelanggan perusahaan jasa pembasmi hama (pest control) serangga seperti nyamuk, kecoa, rayap dan lain sebagainya. "Iya produk impor China, untuk bongkar muat pengiriman ke wilayah Jabodetabek," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....