Ketua RW Kenang Pertemuan Terakhir dengan Deden Maulana

RRI.CO.ID, JAKARTA - Ketua RW 10 RT 05 Kelurahan Pasar Minggu, Syarif, mengaku terpukul menerima kabar meninggalnya warganya, Deden Maulana. Deden merupakan salah satu korban pesawat ART 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan.

Syarif mengenang pertemuan terakhirnya dengan Deden sebelum berangkat menjalankan tugas ke luar kota. Ia menyebut almarhum sempat berpamitan kepada warga pada Jumat, 16 Januari 2026.

"Iya, pagi-pagi tuh jam 10 pagi, kan di sini-sini lagi pada masak Beliau lewat, mau ke mana Pak Deden? Bawa tas juga terus dia bilang, ‘Saya mau pergi jauh ini agak lamaan Pak’, dia bilang gitu,” ucap Syarif kepada rri.co.id Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Syarif, dirinya tidak mengetahui secara detail agenda keberangkatan Deden. Ia hanya menangkap kesan bahwa almarhum akan pergi cukup lama.

Kabar kecelakaan pesawat yang Deden tumpangi baru diketahui Syarif pada sore hari, Sabtu, 17 Januari 2026. Informasi tersebut pertama kali ia terima dari warga sekitar.

"Memang saya juga tahunya itu jam lima sore. Karena saya dikabarin dari sini, katanya Pak Deden kecelakaan," ucapnya.

Setelah mendapat penjelasan lebih lanjut, Syarif baru mengetahui Deden menjadi korban kecelakaan pesawat. Ia menyebut aktivitas Deden selama ini memang padat sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Tahu-tahu begitu sampai sini, oh itu ceritanya. Nah kan dia juga emang orang sibuk juga," kata Syarif.

Kabar kecelakaan pesawat tersebut menimbulkan duka mendalam di lingkungan tempat tinggal Deden. "Dengan kecelakaan ini ya bagaimana ya, ini namanya orang kehilangan, semua rasa kehilangan sekali," ucap Syarif.

Ia mengatakan warga masih berharap adanya kabar baik di tengah proses pencarian. Ketidakjelasan informasi membuat suasana duka semakin berat.

"Apalagi ya kan, masih kita bisa mendoankan harapannya, masih bisa diselamatkan. Karena selama kita belum ada keterangan resmi jadi apa namanya, masih simpang siur ya," ujarnya.

Ia menegaskan pihak lingkungan masih menantikan hasil resmi pencarian korban. Syarif menyebut ketidakpastian informasi dirasakan oleh seluruh warga.

Ia menambahkan bahwa keluarga dan warga RW 10 RT 05 merasakan duka yang sama. "Kita semua juga kan masih keluarga disini, kita semua sama sama disini,” ucap Syarif.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Makassar. Pesawat buatan tahun 2000 itu terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Sultan Hasanuddin, Sabtu 17 Januari 2026.

Rekomendasi Berita