​Bali Dinobatkan Destinasi Terbaik Dunia, PHRI: Okupansi Stabil

RRI.CO.ID, Jakarta - Bali kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia versi 'TripAdvisor Travelers Choice Awards 2026'. Penghargaan ini diapresiasi pelaku industri pariwisata, termasuk sektor perhotelan di kawasan Badung, Bali.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, menilai penghargaan ini merupakan capaian positif. Dengan penghargaan ini, menunjukkan Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan internasional dari berbagai negara.

Meski demikian, Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengingatkan pelaku pariwisata agar tidak jumawa dan tetap fokus pada perbaikan internal. Ia menyebut, persoalan domestik seperti infrastruktur, kemacetan, kebersihan, dan kriminalitas masih memerlukan perhatian serius semua pihak.

“Persoalan domestik internal kita masih banyak. Dalam hal ini yaitu infrastruktur, kemacetan, kebersihan sampah lingkungan, dan juga kriminalitas yang cendung meningkat,” ujar Agung dalam dialog bersama Pro3 RRI, Minggu, 18 Januari 2026.

Berdasarkan data PHRI, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali naik 11 persen pada 2025, mencapai 7,05 juta orang, dibandingkan 6,3 juta pada 2024. Namun, peningkatan kunjungan tersebut tidak sebanding dengan tingkat okupansi (keterisian) hotel, yang tetap berada di kisaran 75–80 persen.

Menurutnya, hal ini disebabkan bertambahnya supply akomodasi, mulai dari hotel baru, villa, apartemen, kondotel, hingga guest house. Meskipun demikian, ujarnya, angka okupansi masih dianggap sehat, karena tingkat hunian di atas 70 persen sudah menunjukkan stabilitas.

Ia menambahkan, pertumbuhan terjadi di hampir semua segmen, mulai dari premium, luxury, hingga middle low. Pembangunan masif ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berkualitas dan bermartabat, bukan sekadar mengejar kuantitas.

Menurutnya, preferensi wisatawan juga turut berubah. Banyak wisatawan menyesuaikan pilihan akomodasi dengan budget, sehingga supply yang lebih banyak membuat okupansi tidak naik seiring jumlah kunjungan.

“Saya lihat tipikal daripada wisatawan macamnegara yang datang di tahun 2025 ini banyak juga yang middle low. Jadi menengah ke bawah, sehingga mereka menyasar sesuai dengan budgetnya atau isi kantongnya,” ujarnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai pencapaian ini memiliki makna strategis penguatan posisi peta pariwisata global Indonesia. Ia menyebut bahwa pariwisata pada hakikatnya adalah tentang pengalaman.

“Pariwisata itu mengenai pengalaman. Dan sepanjang tahun 2025, Bali dinilai sebagai yang nomor satu dalam memberikan pengalaman istimewa bagi wisatawannya,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut didasarkan pada jutaan ulasan atau review wisatawan dari seluruh dunia yang disampaikan secara jujur dan tanpa penyaringan. Dari hasil penilaian tersebut, Bali dinilai unggul dalam menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan, bahkan mengalahkan banyak destinasi dan kota terkenal dunia.

Rekomendasi Berita