Nomine Peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 Diumumkan
- by Ari Dwi P
- Editor Tinus Ohoira
- 18 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Panitia pelaksana Anugerah Jurnalistik Adinegoro (AJA) telah merilis daftar nomine untuk edisi 2025. Penghargaan tertinggi bagi insan pers Indonesia ini kembali hadir untuk memberikan apresiasi kepada karya-karya jurnalistik terbaik, yang mampu memberikan dampak luas bagi publik.
Dewan juri menjelaskan para nomine yang terpilih telah melewati proses seleksi ketat dan penjurian objektif. Penilaian didasarkan pada kualitas peliputan yang mendalam, ketepatan data, kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Selain itu yang tidak kalah penting adalah relevansi isu yang diangkat. Terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ada lima kategori yang dilombakan dalam pelaksanaan AJA 2025. Kelima kategori itu adalah cetak, siber, video, audio, dan foto.
Panitia menyampaikan selamat kepada para nomine yang telah terpilih. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta mengirimkan karya-karya terbaik,” begitu pesan yang ditulis PWI melalui Instagram, Sabtu, 17 Januari 2026.
Namun, panitia AJA belum merilis kapan tanggal pengumuman pemenang. Hanya disebutkan pengumuman Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 akan disiarkan melalui TVRI.
Di sisi lain, dua karya RRI masuk dalam nomine peraih AJA 2025 yang semua pada kategori audio. Dua karya itu dari RRI Nunukan atas nama Salma Amin dan RRI Pro 3 yang dibuat Danang Sundoro.
Nomine Peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025
Kategori Cetak
- Harian Kompas – "Buzzer" Mengepung Warga (Insan Alfajri, Irene Sarwindaningrum, Fajar Ramadhan, dan Melati Mewangi)
- Harian Kompas – "Hutan Sumatera Lenyap" (M. Puteri Rosalina, Albertus Krisna dan Fajar Ramadhan)
- Tempo – "Lempar Tambang Sembunyi Tangan" (Hussein Abri Dongoran, Erwan Hermawan, Eka Yudha Saputra, Avit Hidayat dan Andi Adam Faturahman)
Kategori Siber
- BBC News Indonesia – "Kisah perempuan Papua di balik peristiwa viral Save Raja Ampat – 'Biarpun ditangkap, saya tetap berjuang'" (Raja Eben Lumbanrau)
- Harian Kompas – "Sektor Industri dalam Cengkeraman Premanisme" (Stefanus Ato, Melati Mewangi dan Insan Alfajri)
- Katadata – "Sisi Lain Kota Digital: Batam Haus Data, Warga Haus Air" (Rezza Aji Pratama dan Puja Pratama Ridwan)
Kategori Video
- BBC News Indonesia – "Peringatan 20 tahun MoU Helsinki: Trauma yang sulit hilang akibat konflik Aceh" (Dwiki Marta dan Heyder Affan)
- Kompas TV – "Masyarakat Adat Merauke di Ambang Petaka" (Bekas Kompas episode) (Johar Arief, Faisal Al'Ansori dan Githa Maharkesri)
- Narasi Newsroom – "Nikel, Listrik, dan Polusi: Skandal Teluk Weda" (Aqwam Fiazmi Hanifan, Febrian Andhika, dan Juan Robin)
Kategori Audio
- Radio Elshinta – "Dari Sampah Menjadi Harapan: Transformasi Energi Bersih Di TPS Manggar" (Haryo Ristamaji, Remon Fauzi, Asep dan Rinaldi)
- RRI Nunukan – "Perlawanan Masyarakat Adat Selamatkan Gajah Kalimantan Yang Terancam Punah" (Salma Amin)
- RRI Pro 3 – "Dari Jelantah Untuk Bumi dan Langit Biru Pertiwi" (Danang Sundoro)
Kategori Foto
- LKBN ANTARA – "Dampak longsor dan banjir bandang di Sumut" (Yudi)
- LKBN ANTARA – "Pemberian Gelar Pahlawan Nasional" (Aditya Prana Putra)
- Merdeka.com – "Perlawanan Emak saat Demo DPR" (Arie Basuki)