Indonesia Air Transport Pastikan Kru Pesawat ATR 42-500 Tujuh Orang
- by Alfreds Tuter
- Editor Syahrizal Budi Putranto
- 18 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) memastikan jumlah kru pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak berjumlah tujuh orang. Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) IAT, Adi Triwibowo, Sabtu 17 Januari 2026 malam di Jakarta.
"Sesuai manifes resmi, kami mengklarifikasi jumlah kru yang on-board ada tujuh orang," ucapnya. Menurut Adi, pernyataan ini sekaligus membantah informasi yang menyatakan ada delapan kru di pesawat bernomor registrasi PK-THT itu.
Pesawat yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, itu dikemudikan oleh pilot Kapten Andy Dahananto. Sedangkan enam kru lainnya adalah Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florentia Lolita, dan Esther Aprilia.
Adi menegaskan klarifikasi tersebut disampaikan untuk memastikan kesesuaian data antara operator penerbangan dan otoritas terkait. "Informasi jumlah kru menjadi bagian penting dalam proses pencarian dan pendataan," ucapnya.
Adi juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang dialami pesawat tersebut. Pihak maskapai penerbangan carter itu menyatakan tengah menunggu hasil pencarian dan investigasi dari instansi berwenang.
Pihak Indonesia Air Transport juga telah mengirimkan tim ke Makassar untuk mendukung proses pencarian di lapangan. Perusahaan akan berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga membenarkan tiga penumpang pesawat itu merupakan pegawai kementerian yang dipimpinnya. Menurut dia, mereka sedang menjalankan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.
"Kami membenarkan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat tersebut," ujarnya. Mereka terdiri dari Feri Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Ketiganya merupakan anggota tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Mereka tengah menjalankan misi survei udara di wilayah pengelolaan perikanan nasional.