Mengenal Bahaya Child Grooming
- by Meydiana Purnama Indah
- Editor Rahmat Salubarana
- 13 Jan 2026
- Mamuju
RRI.C.ID, Mamuju - Child grooming adalah bentuk kejahatan terhadap anak yang dilakukan melalui pendekatan emosional secara bertahap. Pelaku berusaha membangun kepercayaan anak dengan bersikap ramah, perhatian, dan seolah peduli, sebelum akhirnya melakukan tindakan eksploitasi.
Karena dilakukan secara perlahan dan terselubung, praktik ini sering tidak disadari oleh korban maupun orang di sekitarnya. Di era digital, child grooming banyak terjadi melalui media sosial, aplikasi pesan, dan gim daring.
Pelaku biasanya memulai komunikasi ringan, memberi pujian atau hadiah, lalu mengajak anak menyimpan rahasia. Seiring waktu, pelaku mulai melanggar batas privasi dan mengarahkan percakapan ke hal-hal yang tidak pantas, bahkan berujung pada ancaman atau pemaksaan.
Tanda anak menjadi korban grooming antara lain perubahan sikap yang mencolok, menjadi lebih tertutup, mudah cemas, dan enggan bercerita. Anak juga bisa terlihat sangat protektif terhadap ponselnya, sering menghapus pesan, atau menunjukkan penurunan konsentrasi belajar tanpa sebab yang jelas.
Perubahan ini perlu menjadi perhatian serius bagi orang tua dan lingkungan sekitar. Pencegahan child grooming membutuhkan komunikasi terbuka antara anak dan orang dewasa. Edukasi tentang batasan tubuh, privasi, serta keamanan berinternet harus diberikan sejak dini.
Jika terdapat indikasi grooming, segera cari bantuan dan laporkan kepada pihak berwenang agar anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat.