Pemimpin Berintegritas, Teladan Pemberantasan Korupsi
- by Awangsukma
- Editor Hanum Oktavia
- 10 Des 2025
- Malang
KBRN, Malang : Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Sedunia sejak 30 Oktober 2003. Penetapan ini menjadi momentum penting dalam mendorong upaya global memberantas korupsi.
Tahun 2025, peringatan Hari Korupsi Sedunia (Hakordia) mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”, yang ditekankan dalam laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tema tersebut menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor karena pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa.
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Widya Gama Malang, Dr. Anwar Cengkeng, SH., M.Hum, menegaskan bahwa keteladanan menjadi kunci utama dalam gerakan antikorupsi. Menurutnya, aparatur pemerintah dan penegak hukum harus memberikan contoh yang selaras antara ucapan dan tindakan. Ia menambahkan, jargon antikorupsi tidak boleh berhenti pada tataran slogan semata.
“Apa yang disampaikan oleh pemimpin di tingkat atas harus konsisten dengan apa yang mereka lakukan setiap hari,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Dr. Anwar juga menekankan pentingnya penindakan tegas tanpa ruang kompromi terhadap pelaku korupsi. Ia menilai bahwa seluruh elemen masyarakat termasuk media, mahasiswa, dan perguruan tinggi harus menjalankan fungsi kontrol sehingga tidak terjebak pada cara pandang pragmatis.
“Sekali dibuka ruang kompromi, di situlah ruang kehancuran itu muncul,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk budaya antikorupsi. Kampus, kata Anwar, tidak boleh hanya fokus mencetak sarjana, tetapi juga menjadi teladan dalam tata kelola yang bersih. Perguruan tinggi harus berperan sebagai pengawas sosial yang mampu menjaga martabat bangsa.
“Perguruan tinggi jangan hanya berdiri sebagai menara gading, tetapi harus menjadi kontrol sosial bagi pemerintah di daerahnya,” tegasnya.
Rektor Universitas Widya Gama Malang itu juga mengingatkan pentingnya penanaman karakter antikorupsi sejak dini kepada mahasiswa. Menurutnya, negeri ini telah melahirkan banyak orang pintar, namun hanya sedikit yang memiliki integritas kuat. Karena itu, kampus berkomitmen menghadirkan sosok teladan bagi mahasiswa dari tokoh-tokoh nasional yang teruji integritasnya.
Pendidikan tinggi, tambahnya, harus mampu membentuk generasi berintegritas tinggi agar Indonesia dapat semakin maju dan mewujudkan tujuan negara sebagai bangsa yang adil dan makmur. (Argha)