Fajar PLN di TTU, Mengubah Mimpi Menjadi Nyata

  • 20 Jan 2026 13:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Semangat Tahun Baru 2026 terasa begitu spesial bagi warga di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur. Penantian panjang warga untuk menikmati akses energi listrik kini menjadi kenyataan. Tepat pada Selasa (6/1/2026), PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang dan ULP Kefamenanu berhasil melaksanakan commissioning test atau uji kelayakan jaringan listrik di tiga lokasi sekaligus, yakni: Desa Sainoni (Dusun 3), Kecamatan Bikomi Utara,Desa Ainiut (Dusun Tainmetan), Kecamatan Insana, dan Desa Humusu Oekolo (Dusun I), Kecamatan Insana Utara.

Uji kelayakan ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan yang dibangun aman dan sesuai standar sebelum dialiri arus listrik ke rumah-rumah warga.

Sinergi untuk Terang hingga Pelosok

Kepala Dusun I Desa Humusu Oekolo, Elfrida Sako, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan proses ini. Ia mewakili warga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran PLN di wilayahnya. "Saya selaku Kepala Dusun I di Desa Humusu Oekolo menyampaikan terima kasih yang tulus kepada PT PLN (Persero) UIW NTT. Hari ini listrik benar-benar masuk di desa kami. Ini adalah kado awal tahun yang luar biasa bagi warga," kata Maria.

Infrastruktur yang dibangun untuk melistriki ketiga lokasi ini meliputi: Desa Sainoni: Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3 kms dan 1 unit gardu kapasitas 50 kVA (Potensi 27 calon pelanggan).

Desa Ainiut: JTR sepanjang 3,38 kms dan 1 unit gardu kapasitas 50 kVA (Potensi 59 calon pelanggan), Desa Humusu Oekolo: JTR sepanjang 3,05 kms dan 1 unit gardu kapasitas 50 kVA (Potensi 25 calon pelanggan).

Komitmen Melistriki Negeri

Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi PLN untuk terus memperluas akses listrik di daratan Timor. Menurutnya, pembangunan jaringan di awal tahun ini adalah motivasi bagi PLN untuk terus menyalakan terang di tempat-tempat lainnya.

Albertus berharap cahaya ini membawa semangat baru bagi masyarakat untuk memulai taraf hidup yang lebih baik.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan stakeholder yang mendukung kelancaran pembangunan di lapangan. "Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Harapan kami, masyarakat dapat segera memanfaatkan fasilitas ini dengan melakukan penyambungan resmi ke rumah masing-masing agar manfaat listrik dapat segera dirasakan untuk mendukung aktivitas harian maupun ekonomi keluarga," ujar Eko.

Kehadiran listrik di tiga desa ini bukan sekadar urusan teknis kabel dan gardu, melainkan simbol hadirnya negara hingga ke beranda terdepan. Dengan lampu yang kini mulai berpijar di malam hari, anak-anak di pelosok TTU kini dapat belajar lebih nyaman, dan roda ekonomi kecil di dusun-dusun tersebut diharapkan mulai berputar lebih kencang, membawa kemajuan yang merata bagi seluruh masyarakat NTT.(AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....