Pramono Anung Sebut Kolaborasi Dorong Transformasi Ekonomi Jakarta
- by Noviana Geby
- Editor Erik Hamzah
- 19 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi ekonomi Jakarta, khususnya melalui digitalisasi. Ia optimis sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing.
“Transformasi tersebut dilakukan melalui penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan kualitas hidup masyarakat,” kata Pramono Anung saat menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, yang digelar di The Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.
Dalam paparannya, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus mendorong digitalisasi pada 153 pasar di Jakarta melalui skema perlombaan. Program tersebut melibatkan BI dan OJK sebagai juri, serta didukung oleh perbankan nasional, termasuk bank-bank Himbara dan Bank Jakarta, yang turut mendampingi pasar-pasar peserta.
"Pendekatan kreatif dan kolaboratif tersebut efektif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Kerja sama dengan BI dan OJK, terutama dalam digitalisasi sistem pembayaran, telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Jakarta," ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi tersebut akan terus diperkuat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta mencatat keberhasilan dalam mendorong perputaran ekonomi pada momentum Natal dan Tahun Baru. Hingga 12 Januari 2026, nilai transaksi ekonomi Jakarta tercatat mencapai Rp15,2 triliun, dengan tingkat hunian hotel di sejumlah koridor utama hampir mencapai 100 persen. Capaian tersebut sejalan dengan upaya persiapan Jakarta menuju kota global.