Pakistan Harap Peran Penting Indonesia di KTT D-8
- 12 Feb 2026 21:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri mengatakan Pakistan menaruh harapan besar atas kepemimpinan Indonesia di dalam forum Developing Eight (D8). Pakistan berharap Indonesia memiliki peran penting pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, yang akan digelar di Jakarta pada April mendatang.
“Pakistan menaruh harapan besar pada kepemimpinan Indonesia di organisasi tersebut, kami menantikan kerja sama dengan Indonesia. Untuk menyukseskan KTT mendatang di Indonesia, sekaligus memperkuat peran D-8 sebagai organisasi kerja sama delapan negara berkembang,”kata Zahid Hafeez Chaudhri dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia berharap Pakistan dapat menjalain hubungan yang lebih erat karena kedua negara mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Oleh sebab itu, kolaborasi Indonesia-Pakistan di KTT 8 sangat penting.
“Kolaborasi kedua negara sangat penting. Pakistan dan Indonesia sama-sama merupakan anggota pendiri D-8,”ujarnya.
Kolaborasi Indonesia-Pakistan diberbagai forum dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga penting . Pakistan menantikan penguatan-penguatan kerja sama dengan Indonesia di masa mendatang.
“Sangat penting bagi kedua negara untuk bekerja sama secara bilateral maupun melalui berbagai forum internasional yang tersedia, termasuk PBB, OKI (OIC), D-8. Kami menantikan penguatan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia,”ujarnya.
Zahid menyebut Indonesia sebagai dua negara yang bersaudara. Pakistan memiliki hubungan bilateral dari berbagai bidang mulai pertahanan hingga investasi.
“Kedua negara kita selalu bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama sektor pertahanan, keamanan. Kesehatan, pendidikan, perdagangan dan investasi, serta kebudayaan, kami juga menantikan era baru hubungan Pakistan–Indonesia.
Seperti diketahui, D-8 berisikan delapan negara berkembang , yang mayoritas adalah negara Muslim dan didirikan pada tahun 1997. Adapun delapan negara anggota tersebut Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....