Pejabat Iran: 5.000 Orang Tewas dalam Demo Besar-besaran
- by Annisa Ramadhannia
- Editor Rini Hairani
- 19 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah korban tewas dalam unjuk rasa di Irak beberapa pekan terakhir masih sulit diketahui secara pasti. Seorang pejabat pemerintah Iran mengungkapkan sedikitnya 5.000 orang telah tewas selama unjuk rasa berlangsung.
Ia mengutip bahwa mengklaim dirinya mengutip data korban tewas yang terverifikasi. Ia mengatakan bahwa ada pihak bersenjata yang membunuh warga Iran yang tidak bersalah.
Mengutip Reuters, unjuk rasa ini berlangsung di berbagai wilayah Iran sejak Minggu, 28 Desember 2026. Peristiwa unjuk rasa tersebut dikarenakan kesulitan ekonomi yang meluas di seluruh wilayah Iran.
Unjuk rasa ini diwarnai kerusuhan paling mematikan sejak Revolusi Islam tahun 1979 silam. Aparat keamanan Iran dilaporkan menindak para demonstran secara keras selama unjuk rasa berlangsung.
Kelompok HAM, Human Rights Activists in Iran (HRANA) melaporkan sedikit jumlah korban tewas mencapai 3.308 orang. Sebanyak 4.382 kasus lainnya masih dalam proses peninjauan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
HRANA mengonfirmasi penangkapan lebih dari 24.000 orang selama unjuk rasa berlangsung di Iran. Data yang dilaporkan HRANA terbukti akurat dalam kerusuhan sebelumnya yang melanda Iran beberapa tahun terakhir.
HRANA menghimpun laporannya dengan mendasarkan pelaporan dari para pendukungnya. Terutama di Iran untuk memeriksa silang informasi yang diberikan.