PBB Tekankan Tantangan Gaza saat Fase Kedua Dimulai

RRI.CO.ID, Jenewa — PBB menekankan bahwa tantangan besar masih ada di Jalur Gaza. Hal ini menyusul pengumuman utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengenai dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyerukan semua pihak untuk mematuhi komitmen yang telah dibuat di bawah perjanjian tersebut. Dujarric menyatakan PBB telah berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak mungkin, namun banyak hambatan masih dihadapi di lapangan.

Dujarric mendorong semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menyusun jalur politik yang kredibel yang bisa mengarah pada solusi dua negara. Hal tersebut karena kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih sangat besar, dilansir dari Anadolu, Jumat (16/1/2026).

Meskipun fase pertama rencana Trump disebut telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar, PBB menilai bantuan tersebut masih belum mencukupi. Hambatan dan tantangan yang ada terus menghalangi penyaluran bantuan lebih luas.

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), ketidakamanan di Gaza masih meningkat. Penyebab utamanya adalah bentrokan bersenjata, serangan udara, dan penembakan artileri.

Dujarric menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat berdasarkan hukum humaniter internasional. PBB, bekerja sama dengan mitra di lapangan, terus memberikan bantuan tempat tinggal bagi warga yang membutuhkan di seluruh Gaza.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi penderitaan warga dan mendukung perdamaian jangka panjang. Selain itu, langkah ini juga mendorong semua pihak agar tetap bertindak sesuai komitmen dan hukum internasional.

Rekomendasi Berita