Mesir, Qatar, hingga Turki Bentuk Komite Teknokratik Gaza

KBRN, Gaza: Mesir, Qatar, dan Turki pada Rabu mengumumkan pembentukan komite teknokratik Palestina untuk mengelola Jalur Gaza. Langkah ini disebut sebagai perkembangan penting untuk meningkatkan stabilitas dan memperbaiki kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Melansir dari Xinhua, Kamis (15/1/2026), pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Mesir. Ketiga negara tersebut berperan sebagai mediator utama dalam konflik Gaza.

Komite teknokratik tersebut dipimpin oleh Ali Abdel Hamid Shaath, seorang insinyur senior sekaligus mantan wakil menteri perencanaan di Otoritas Palestina. Para mediator berharap pembentukan komite ini dapat membuka jalan bagi pelaksanaan fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza.

Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat serta mampu mengokohkan ketenangan dan mencegah kembalinya eskalasi. Ketiga negara menegaskan pentingnya semua pihak melaksanakan gencatan senjata secara penuh dan bergerak menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Mereka juga menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang mendukung proses rekonstruksi Gaza. Rekonstruksi tersebut diharapkan dapat memenuhi aspirasi rakyat Palestina akan keamanan, stabilitas, dan kehidupan yang bermartabat.

Pengumuman tersebut menyusul pertemuan faksi-faksi dan kekuatan politik Palestina yang digelar di Kairo pada hari yang sama. Pertemuan itu menegaskan komitmen penuh terhadap pelaksanaan gencatan senjata Gaza.

Pertemuan tersebut juga menyerukan Israel untuk menghentikan agresi militernya dan membuka seluruh penyeberangan perbatasan. Di sisi lain, Amerika Serikat telah mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian Gaza.

Rekomendasi Berita