PBB Serukan Dukungan Global untuk Pengungsi Seluruh Dunia

KBRN, Nairobi: Kepala badan pengungsi PBB menyerukan solidaritas global yang lebih besar untuk membantu pengungsi di seluruh dunia. Seruan ini disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Barham Salih, yang sedang melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Kenya.

Salih memuji peran penting Kenya dalam menyambut pengungsi serta komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengungsi yang progresif. Kenya dikenal dermawan dalam menampung pengungsi selama beberapa dekade, dilansir dari Xinhua, Rabu (14/1/2026).

Kenya menerapkan kebijakan visioner yang memungkinkan pengungsi bekerja serta mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan keuangan. Menurut Salih, Kenya terus menunjukkan solidaritas luar biasa meski sumber daya terbatas.

Kebijakan cerdas negara itu mendorong kemandirian pengungsi sekaligus pertumbuhan ekonomi. Pernyataan resmi Salih dikeluarkan di Nairobi setelah pertemuannya dengan Presiden Kenya William Ruto dan kunjungan ke Kamp Pengungsi Kakuma.

Pada Maret 2025, Kenya meluncurkan program bersejarah untuk meningkatkan kehidupan lebih dari 800.000 pengungsi dan pencari suaka. Program ini juga ditujukan bagi masyarakat tuan rumah dengan mengubah kamp pengungsi menjadi permukiman terpadu.

Rencana Shirika dirancang untuk mengalihkan fokus dari bantuan kemanusiaan menuju kemandirian pengungsi. Program ini juga bertujuan agar pengungsi dapat hidup berdampingan secara damai dengan komunitas tuan rumah.

Melalui program ini, pengungsi dapat mengakses dokumen identitas hukum dan izin kerja. Mereka juga mendapatkan layanan perbankan dan uang digital.

Selain itu, pengungsi dapat mengakses pendidikan publik serta layanan kesehatan universal. Salih menyebut Kakuma sebagai tempat transformasi dan inovasi yang mengirimkan pesan bahwa pengungsi harus hidup dengan martabat dan berkontribusi.

Namun, krisis pendanaan mengancam nyawa pengungsi dan berisiko membalikkan kemajuan yang telah dicapai. Oleh karena itu, Salih mendesak para pelaku pembangunan dan lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan dukungan mereka terhadap Rencana Shirika.

Ia juga meminta donor dan sektor swasta ikut berperan serta dalam program tersebut. Program ini diharapkan dapat menyediakan solusi jangka panjang bagi pengungsi dan memastikan mereka dapat hidup dengan aman serta mandiri.

Rekomendasi Berita