Stigma Sosial Penderita Kusta
- by Pande Gede Mahaindra
- Editor Ni Putu Nirawati
- 17 Jan 2026
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu, hingga kini masih menjadi tantangan di dunia kesehatan. Meski pengobatan kusta sudah tersedia dan dapat menyembuhkan penderita secara tuntas namun stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan kusta masih kerap terjadi di tengah masyarakat.
Menurut dr. Putu Dyah Saraswati, M.Sc, Sp.KK. saat siaran dialog interaktif Obrolan Rahinan Ayu di Pro4 RRI Denpasar mengatakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacteri Leprae ini menyerang kulit, saraf tepi, serta dapat berdampak pada kecacatan jika tidak ditangani sejak dini.
"Kusta dapat disembuhkan dan tidak mudah menular apabila pasien rutin menjalani terapi sesuai anjuran medis. Deteksi dini adalah kunci utama untuk mencegah kecacatan dan memutus rantai penularannya ," tuturnya Jumat, (17/1/2026).
Ia juga mengatakan stigma sosial dan diskriminasi terhadap kusta menjadi salah satu momok untuk masyarakat enggan memeriksakan dirinya ke puskesmas, atau ke rumah sakit.
"Orang dengan kusta kerap mengalami penolakan, baik dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.Tentu kondisi ini berdampak pada psikologis penderita dan menghambat proses penyembuhan. Saya berharap pemahaman dan kepedulian masyarakat, bahwa penyakit kusta tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang menakutkan, melainkan sebagai masalah kesehatan yang harus ditangani bersama guna terwujudnya masyarakat yang sehat ," imbuhnya.