Percepat Surutnya Banjir, Pemkot Jakut Optimalkan Pengoperasian Pompa Air

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengoptimalkan pengoperasian seluruh pompa air untuk mempercepat surutnya air akibat banjir. Pompa yang dioperasikan termasuk pompa stasioner dan pompa mobile yang disiagakan di sejumlah titik rawan banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkopimko untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal. Selain itu juga memastikan masyarakat tetap aman,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat saat memantau banjir di Pademangan, Jakarta Utara, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurutnya, selain hujan ekstrem, banjir juga diperparah oleh naiknya tinggi muka air laut akibat rob pada pagi hari. Namun, kondisi tersebut dilaporkan mulai berangsur turun.

Untuk itu, pihaknya bersama Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi banjir. Pengecekan dilakukan bersama Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes (Pol) Erick Frendriz, serta Dandim 0502 Jakut Kolonel Inf Dony Gredinand.

“Hujan turun dengan intensitas cukup ekstrem sejak malam. Hampir 80 persen wilayah Jakarta Utara terdampak genangan,” ujar Hendra.

Ia mengatakan, genangan air di sejumlah titik cukup tinggi. Misalnya, di Jalan RM Martadinata, ketinggian air mencapai setengah tinggi orang dewasa.

Sementara itu, Kali Ancol dilaporkan sudah sejajar dengan badan jalan. Selain itu, genangan di Jalan Gunung Sahari masih berada di kisaran selutut hingga di atas selutut orang dewasa.

Dalam peninjauan tersebut, Forkopimko juga menemukan banyak warga yang keluar rumah dan bermain air di lokasi genangan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri dan mengutamakan keselamatan.

“Kami sudah mengimbau melalui pengeras suara agar warga segera kembali ke rumah dan tidak bermain air. Kita tidak tahu kondisi di bawah genangan, bisa saja ada kaca, benda tajam, atau selokan yang dalam,” ujarnya.

Rekomendasi Berita