117 Unit Huntara di Palembayan Ditargetkan Rampung
- by Pemkab Agam : Azhima Septiani
- Editor Irsyad
- 18 Jan 2026
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, AGAM - Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, melakukan peninjauan lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Palembayan, Minggu, 18 Januari 2026. Peninjauan berlangsung di lokasi Huntara yang berpusat di SDN 05 Kayu Pasak.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Agam didampingi Unsur Pengarah I Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Dr. Muhammad Lutfi, S.H., M.Si., para asisten, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Sosial, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Parpora, Camat Palembayan, serta wali nagari.
Bupati Agam menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun sebanyak 117 unit Huntara yang ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Ia menuturkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk segera menempati hunian tersebut, bahkan warga telah mulai berpartisipasi membersihkan unit Huntara yang telah selesai dibangun.
“Insyaallah dalam beberapa hari ke depan Huntara ini akan rampung dan nantinya diresmikan, baik oleh Bapak Presiden RI, Bapak Menteri Dalam Negeri, maupun Kepala BNPB,” ujar Bupati.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya BNPB, TNI, serta masyarakat, yang tetap bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca ekstrem sepanjang Desember hingga Januari.
“Walaupun cuaca cukup berat, pekerjaan tetap diupayakan selesai secepat mungkin agar segera dapat dihuni oleh masyarakat terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja menyampaikan bahwa pembangunan Huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memberikan perlindungan dan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan yang terjadi bukanlah bentuk kelalaian, melainkan tantangan alam yang harus dihadapi bersama. “Kami ingin memastikan ketika masyarakat masuk ke Huntara, kondisinya sudah benar-benar layak dan aman untuk dihuni,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, media massa, hingga relawan, dalam semangat gotong royong untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.
Hal senada disampaikan oleh masyarakat setempat. Warga menyatakan dapat memahami keterlambatan pembangunan Huntara yang terjadi bukan karena kelalaian, melainkan akibat faktor cuaca yang tidak memungkinkan. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dan pihak terkait yang terus bekerja meskipun menghadapi tantangan alam.
Masyarakat berharap Huntara dapat segera ditempati sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan lebih tenang dan aman. Selain itu, warga juga berharap setelah masa hunian sementara, pemerintah dapat merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang layak bagi mereka.