Cacar Api Bisa Menyiksa Bertahun, Sakitnya Lebihi Operasi
- by Banggara Burdam.Penyiar
- Editor Dg. Siraja
- 19 Jan 2026
- Biak
KBRN, Biak : Penyakit cacar api atau herpes zoster tidak boleh dianggap sepele. Keterlambatan atau kesalahan penanganan dapat memicu berbagai komplikasi serius. Bahkan, rasa nyeri yang ditimbulkan disebut bisa melebihi sakit pascaoperasi maupun nyeri persalinan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Reumatologi Siloam Hospital Lippo Village, dr Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menjelaskan, cacar api disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster (VZV), virus yang sama dengan penyebab cacar air dan termasuk dalam keluarga virus herpes.
"Virusnya sama seperti cacar air yang kita alami saat kecil. Namun, setelah sembuh, virus ini tidak hilang, melainkan menetap di dalam tubuh dan akan aktif kembali ketika sistem imun menurun," ujar Sandra
Saat pertama kali muncul, cacar api tidak langsung menimbulkan nyeri hebat. Gejala awal biasanya berupa rasa nyeri atau gatal di satu bagian tubuh saja. Berbeda dengan cacar air yang menyebar ke seluruh tubuh, herpes zoster hanya muncul pada satu sisi atau area tertentu.
Pada hari ke-0 hingga ke-3, gejala yang dirasakan antara lain nyeri, gatal, sakit kepala, dan keluhan ringan lainnya. Memasuki hari ke-4 hingga ke-8, mulai muncul ruam, lepuhan berisi cairan, dan nyeri yang semakin intens. Selanjutnya, pada fase penyembuhan sekitar minggu ke-2 hingga ke-4, lepuhan akan mengering dan mengelupas. Namun, pada sebagian pasien, kondisi dapat berkembang ke tahap kronis. Rasa nyeri dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung kondisi masing-masing individu.
Kelompok usia anak-anak dan usia di atas 50 tahun menjadi kelompok yang paling rentan karena sistem imun yang cenderung menurun. Oleh sebab itu, menjaga sistem imun menjadi kunci utama pencegahan. Namun, penguatan imun tidak bisa dilakukan secara instan atau dengan satu cara saja.