Apakah MSG Benar-Benar Berbahaya?

  • by
  • Editor Reja Aribowo
  • 21 Jan 2026
  • Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah nggak sih dengar orang bilang makanan jadi “nggak sehat” cuma karena pakai MSG? Kata tiga huruf ini sering bikin orang langsung waspada, bahkan takut. Padahal MSG sudah lama ada di dapur sehari-hari. Dari warung makan sampai makanan rumahan, rasanya akrab. Tapi kenapa namanya sering dikaitkan dengan hal yang terdengar menyeramkan?

MSG, atau monosodium glutamat, sebenarnya adalah zat yang memberi rasa gurih yang sering disebut umami. Rasa ini sama alaminya dengan manis, asin, asam, dan pahit. Menariknya, glutamat juga secara alami ada di banyak bahan makanan seperti tomat, keju, jamur, dan rumput laut. Jadi rasa gurih itu bukan sesuatu yang asing bagi tubuh kita.

Lalu dari mana datangnya anggapan bahwa MSG berbahaya? Salah satunya berasal dari laporan lama yang mengaitkan konsumsi MSG dengan sakit kepala, mual, atau rasa tidak nyaman. Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa efek tersebut tidak konsisten dan tidak dialami oleh kebanyakan orang. Dalam jumlah wajar, MSG dinilai aman dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Yang sering luput dibicarakan adalah konteksnya. Masalah kesehatan biasanya bukan berasal dari MSG itu sendiri, melainkan dari pola makan secara keseluruhan. Makanan tinggi MSG sering kali juga tinggi garam, lemak, atau gula. Jadi yang perlu diperhatikan bukan hanya satu bahan, tapi bagaimana makanan itu dikonsumsi setiap hari.

Pada akhirnya, MSG bukan musuh yang harus ditakuti. Ia hanyalah penambah rasa yang membantu makanan terasa lebih nikmat. Selama dikonsumsi secara wajar dan diimbangi dengan pola makan seimbang, MSG tidak perlu jadi kambing hitam. Daripada sibuk menghindari satu bahan, mungkin lebih bijak mulai memperhatikan variasi makanan dan kebiasaan makan kita sendiri. Karena yang benar-benar berpengaruh bukan satu sendok MSG, tapi pilihan yang kita ulang setiap hari.


Rekomendasi Berita