Tuli Konduktif, Penyebab dan Solusi yang Efektif
- by Fakhriyani
- Editor Femmy Asti Yofani
- 20 Jan 2026
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tuli konduktif adalah salah satu jenis gangguan pendengaran yang dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gangguan ini terjadi ketika suara tidak dapat mencapai telinga dalam karena adanya hambatan pada telinga luar atau tengah.
Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala tuli konduktif, maka artikel ini akan membantu Anda memahami penyebab dan cara mengobati gangguan pendengaran tersebut.
Mengutip laman situs Alodokter Kemenkes RI, terjadinya tuli konduktif bisa disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya:
Adanya cairan di telinga bagian tengah ketika pilek atau alergi
Infeksi telinga tengah (otitis media) atau infeksi pada saluran telinga (otitis eksterna)
Infeksi saluran eustachius yang menghubungkan antara telinga tengah dan hidung
Tumor yang menghalangi telinga bagian tengah dan luar
Kotoran telinga yang menghambat saluran telinga
Kelainan bentuk telinga akibat cacat bawaan lahir, cedera, atau operasi pada telinga
Otosklerosis
Penanganan tuli konduktif akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan tuli yang diderita pasien. Beberapa metode yang biasa digunakan dokter untuk menangani tuli konduktif adalah:
1. Pembersihankotoran telinga
Ada beberapa metode untuk membersihkan kotoran telinga. Salah satunya adalah irigasi telinga dengan menyemprotkan air garam steril (cairan saline) atau minyak mineral ke dalam telinga untuk mengencerkan kotoran telinga. Cara ini hanya bisa dikerjakan oleh dokter THT .
Jika ingin membersihkan telinga sendiri di rumah, cari tahu lebih lanjut atau tanyakan ke dokter terkait cara membersihkan telinga yang aman.
2. Pengobatan infeksi telinga
Bila terdapat infeksi pada telinga bagian luar, tengah, atau dalam, dokter akan memberikan pengobatan antibiotik dalam bentuk obat tetes telinga atau obat minum.
Pada kasus tertentu, pembedahan mungkin juga diperlukan jika terjadi cedera atau penumpukan nanah pada telinga tengah yang membuat gendang telinga radang dan bengkak. Operasi ini bisa dilakukan untuk membantu mengeluarkan nanah dari rongga telinga dan mencegah gendang telinga pecah.
3. Pemasangan alat bantu dengar
Penggunaan alat bantu dengar ada yang ditempatkan di belakang telinga ataupun di saluran telinga. Alat bantu dengar ini bekerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi impuls listrik untuk diterima oleh saraf pendengaran.
Dengan adanya alat bantu dengar, penderita tuli konduktif akan lebih mudah mendengar suara-suara tertentu yang sebelumnya sulit didengar.
4. Pemasangan implan koklea
Prosedur pemasangan implan koklea lebih diutamakan pada penderita tuli jenis sensorineural. Namun, operasi implan koklea juga bisa dilakukan pada penderita tuli konduktif yang parah atau tidak terbantu dengan alat bantu dengar.
Operasi ini bertujuan untuk memasang alat bantu di telinga bagian dalam agar suara dari luar dapat ditangkap oleh saraf telinga. Dengan ini, diharapkan proses pendengaran bisa terbantu.
Untuk mengurangi risiko terjadinya tuli konduktif atau gangguan pendengaran lainnya, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:
Hindari mendengarkan televisi, radio, atau musik dengan volume yang terlalu keras.
Gunakan pelindung telinga, seperti
ear muffs atau ear plug, untuk meminimalkan suara yang terlalu keras.Hindari memasukkan jari atau benda-benda, seperti
cotton buds, kapas, kain, dan tisu ke dalam telinga.Lakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin setidaknya satu atau dua tahun sekali, terutama jika Anda seorang musisi atau bekerja di lingkungan yang bising.
Karena fungsi pendengaran begitu penting, maka jagalah kesehatan telinga dan organ pendengaran Anda agar tercegah dari tuli konduktif atau pun gangguan pendengaran lainnya.
Dengan demikian, semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami dan mengatasi gangguan pendengaran tersebut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT jika Anda mengalami gejala tuli konduktif, karena pengobatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.