Kenali Penyebab dan Penanganan Musibah Kebakaran
- by Rinjani Saragih
- Editor Nurul Mahfud
- 12 Jan 2026
- Batam
KBRN, Batam: Kebakaran merupakan musibah yang dapat terjadi kapan saja dan sering kali disebabkan oleh hal-hal yang dianggap sepele. Memahami penyebab utama dan langkah penanganan yang tepat sangat krusial untuk meminimalkan kerugian harta benda maupun nyawa.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan kebakaran.
1. Penyebab Utama Kebakaran
Secara umum, kebakaran dipicu oleh bertemunya tiga elemen yang disebut Segitiga Api: bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Beberapa penyebab paling sering meliputi:
- Korsleting Listrik: Penggunaan kabel yang sudah aus, stop kontak yang bertumpuk (overload), atau instalasi listrik yang tidak standar.
- Kelalaian di Dapur: Meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan atau adanya kebocoran pada selang dan regulator gas LPG.
- Puntung Rokok: Membuang puntung rokok yang belum benar-benar padam ke tempat sampah atau area kering.
- Lilin dan Korek Api: Penggunaan lilin saat mati lampu tanpa alas yang aman, serta anak-anak yang bermain korek api.
- Bahan Mudah Terbakar: Menyimpan bensin, tiner, atau tumpukan kertas di dekat sumber panas.
2. Pencegahan Dini
Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Berikut langkah-langkah preventif yang bisa Anda lakukan:
- Cek Instalasi Listrik: Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kabel rumah setiap 5–10 tahun oleh teknisi ahli.
- Bijak Menggunakan Alat Elektronik: Cabut kabel peralatan yang tidak digunakan dan hindari menggunakan satu stop kontak untuk banyak beban besar.
- Keamanan Dapur: Pastikan ventilasi dapur baik dan selalu periksa kondisi selang gas secara berkala.
- Sediakan Alat Pemadam: Miliki setidaknya satu APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumah, terutama di area dapur.
- Pasang Detektor Asap: Alat ini memberikan peringatan suara saat mendeteksi asap, memberikan waktu lebih bagi penghuni untuk menyelamatkan diri.
3. Penanganan Saat Terjadi Kebakaran
Jika api sudah muncul, tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah berikut:
Teknik Penggunaan APAR (Metode PASS)
Jika api masih kecil, gunakan APAR dengan prosedur PASS:
- P (Pull): Tarik pin pengaman.
- A (Aim): Arahkan corong/selang ke pangkal atau sumber api (bukan ke lidah api).
- S (Squeeze): Tekan tuas untuk mengeluarkan isi pemadam.
- S (Sweep): Sapukan secara merata dari sisi ke sisi sampai api padam.
Prosedur Evakuasi
Jika api membesar dan tidak terkendali:
- Jangan Panik: Segera tinggalkan bangunan melalui jalur evakuasi atau tangga darurat (jangan gunakan lift).
- Merangkak di Bawah Asap: Jika ruangan penuh asap, merangkaklah karena udara bersih berada di dekat lantai.
- Tutup Pintu: Saat keluar, tutup pintu untuk menghambat penyebaran api.
- Titik Kumpul: Segera menuju titik kumpul aman di luar gedung dan jangan masuk kembali untuk mengambil barang.
- Hubungi Petugas: Segera telepon pemadam kebakaran (nomor darurat di Indonesia adalah 113 atau 112).