Ledakan AC Kampus Selangor Tewaskan Mahasiswa
- by
- Editor Ahmad Rival Kasim
- 14 Jan 2026
- Batam
RRI.CO.ID, Batam: Sebuah kecelakaan kerja serius terjadi di lingkungan universitas swasta di Selangor setelah sebuah unit pendingin udara mengalami ledakan. Peristiwa tersebut menewaskan seorang mahasiswa yang tengah menjalani pelatihan industri, sementara sembilan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dilansir dari CNA, korban adalah Soo Yu Juan, mahasiswa berusia 24 tahun yang sedang mengikuti program magang di perusahaan perawatan pendingin udara. Ia dijadwalkan menuntaskan masa pelatihan industrinya pada Kamis pekan ini.
Insiden tersebut terjadi pada Senin pagi, (12/1/2026), di HELP University, Bukit Damansara. Saat kejadian, Soo sedang melakukan pekerjaan pada unit pendingin udara ketika kompresor tiba-tiba meledak. Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Fadil Marsus, menyatakan bahwa korban menjadi satu-satunya orang yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pada tahap awal penyelidikan, aparat sempat mengira korban merupakan pekerja kontraktor.
Selain korban meninggal, sembilan orang lainnya turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka terdiri atas empat mahasiswa serta dua pekerja kafetaria warga negara asing yang mengalami cedera ringan. Pihak kepolisian menerima laporan pertama mengenai ledakan itu sekitar pukul 11.40 waktu setempat.
Ledakan kompresor pendingin udara tersebut terjadi di area perawatan yang terletak di samping kafetaria, tepatnya di lantai empat gedung universitas. Aktivitas di sekitar lokasi kejadian pun langsung diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Dekan Fakultas Teknik Elektro dan Elektronik Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Chang Yoong Choon, mengungkapkan bahwa Soo merupakan mahasiswa tingkat tiga jurusan teknik mesin di kampus tersebut. Korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
“Peristiwa ini sangat mengejutkan dan tidak terduga bagi pihak universitas. Mahasiswa tersebut berada di lokasi untuk menjalankan tugas rutin yang berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan pendingin udara,” ujar Chang saat ditemui di Departemen Forensik rumah sakit, seperti dikutip dari kantor berita negara Bernama.
Chang menambahkan bahwa saat kejadian berlangsung, Soo tengah menjalani pelatihan industri selama tiga bulan di HELP University sebagai bagian dari kerja sama dengan perusahaan perawatan pendingin udara. Program tersebut merupakan salah satu syarat akademik bagi mahasiswa teknik UTAR guna memberikan pengalaman langsung di lingkungan kerja nyata.