Soal Proyek Geotermal Cipanas, Warga Keberatan

  • 12 Feb 2026 18:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Pernyataan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) tentang proyek geotermal yang disebut aman dan ramah lingkungan menuai tanggapan dari warga setempat. Koordinator Peduli Agraria untuk Rakyat (PATRA) Aryo Prima menilai, pernyataan proyek panas bumi di Cipanas yang aman dan tidak berdampak terhadap lingkungan merupakan narasi menyepelekan resiko dan mengabaikan realitas geologi wilayah.

"Kami hidup di tanah yang baru saja diguncang gempa besar. Kami tahu apa artinya retakan tanah, rumah runtuh, dan kehilangan," kata Aryo, Kamis 12 Februari 2026.

Dia menambahkan, saat ini warga mengalami trauma pasca gempa, namun perusahaan yang berkaitan dengan geotermal malah datang membawa istilah teknis dan angka statistik sehingga seolah-olah rasa aman bisa dibangun dengan presentasi. Menurut dia, dalam berbagai audiensi, warga sering bertanya secara langsung jaminan tidak terjadinya gangguan geologi, akan tetapi jawaban dari pihak perusahaan tak pernah membuat puas masyarakat.

"Apakah bisa dijamin tidak akan ada risiko kegempaan terpicu?. Jawabannya tidak pernah berupa jaminan. Tidak ada satu pun ahli yang berani menyatakan proyek ini 100 persen bebas resiko,"ujarnya.

Aryo pun mempertanyakan, klaim area eksplorasi awal mencakup sekitar 11 hektare atau sekitar 0,02 persen dari kawasan konservasi di kaki Gunung Gede Pangrango. Padahal Namun berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014, wilayah kerja panas bumi yang diberikan mencapai 92.790 hektare.

"Ini bukan sekadar perbedaan angka. Ini adalah perbedaan cara bercerita kepada publik. Sebelas hektare hanyalah pintu masuk," paparnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan dokumen berbagai perizinan dari proyek tersebut seperti Amdal, UKL-UPL, kajian resiko kegempaan terbaru pasca gempa Cianjur dan analisis dampak terhadap sumber air warga.

Ia menambahkan sebagian masyarakat tetap menolak adanya proyek panas bumi di Cipanas. "Kami akan terus berada di barisan masyarakat, mengkritisi setiap pernyataan yang meremehkan resiko dan menutup akses informasi publik.

Bagi kami, ini bukan sekadar proyek energi," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....