Produk UMKM Maluku Belum Mampu Tembus Ekspor Langsung
- by Carolina Tehupuring
- Editor Abdullah Leurima
- 15 Jan 2026
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku menyebutkan hingga saat ini belum ada ekspor produk UMKM asal Maluku yang dilakukan secara langsung. Hal ini karena masih terkendala berbagai persoalan internal UMKM maupun regulasi ekspor yang harus dipenuhi.
Kepala Disperindag Provinsi Maluku Yahya Kota mengatakan ekspor dari Maluku selama ini masih didominasi oleh eksportir besar, baik dari sektor migas maupun nonmigas, seperti perikanan, pertanian, dan kehutanan, yang berjalan relatif lancar.
“Untuk UMKM, dari data kami hampir belum ada ekspor langsung. Kalaupun ada, biasanya melalui Jakarta atau Surabaya dengan memanfaatkan konektivitas komunitas ekspor UMKM,” ujar Yahya kepada RRI, Kamis 15 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kendala utama UMKM untuk menembus pasar ekspor antara lain minimnya pengetahuan dan informasi tentang ekspor, promosi produk yang belum optimal ke negara tujuan seperti Amerika, Eropa, China, dan Singapura, serta rendahnya kualitas produk, baik dari sisi mutu, isi, maupun kemasan.
Selain itu, khusus produk pangan olahan, UMKM juga harus memenuhi berbagai persyaratan perizinan, seperti izin edar, sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga
(PIRT), sertifikat halal, hingga persyaratan tambahan dari negara tujuan ekspor yang berkaitan dengan standar tertentu. Disamping itu, UMKM juga masih menghadapi kendala permodalan dan akses pembiayaan, yang menghambat kesiapan produksi dalam skala ekspor.Untuk mengatasi hal tersebut, kadis mengaku telah dibentuk tim percepatan ekspor, yang melibatkan berbagai OPD dan instansi vertikal lainnya. Tim tersebut melakukan pendampingan kepada UMKM untuk melengkapi persyaratan ekspor, hingga izin edar dari Balai POM untuk produk pangan olahan.
“Selain pendampingan perizinan, pemerintah juga menyediakan rumah produksi kemasan yang berlokasi di Passo, Kota Ambon, sebagai bantuan dari Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan kualitas kemasan produk UMKM,” ucapnya.
Disperindag Maluku tambah Yahya, juga berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui KPKNL, yang menyiapkan tenaga khusus untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan ekspor kepada UMKM.
“Persyaratan ekspor memang sudah baku dan tidak bisa dihindari. Karena itu, kami terus berkolaborasi untuk membantu UMKM agar siap dan mampu menembus pasar ekspor,” kata Yahya.